MASIGNCLEAN101

Pengertian dan Cara Menetapkan Harga Jual

Harga adalah sejumlah uang untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. Berarti harga merupakan alat ukur untuk mendapatkan suatu barang ditambah beberapa komponen barang. Orang sering beranggapan bahwa harga yang tinggi biasanya kualitas barangnya baik. Sebenarnya pendapat ini mungkin bagi barang-barang yang heterogin tetapi tidak bagi barang-barang yang homogen. Namun pada kenyatannya harga yang dikehendaki dan diinginkan konsumen adalah harga yang sesuai dengan daya belinya dan sesuai dengan kualitasnya.
Tujuan dari penggunaan harga ini, adalah :
1. Untuk mendapatkan laba maksimum
2. Sebagai alat ukur terhadap pengembalian investasi yang ditanamkan
3. Sebagai alat untuk mempertahankan barang pada bagian pasar tertentu
4. Sebagai alat persaingan di pasar.
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penetapan harga
Menetapkan harga tidak semudah seperti kita bayangkan, setiap faktor harus dipertimbangkan agar harga betul-betul sesuai baik dari segi pelaku bisnis (produsen), maupun pengguna produk (konsumen).
Bagi pelaku bisnis, jelas harga diupayakan setinngi mungkin dengan harapan dapat memperoleh keuntungan yang besar. Konsumen berpendapat lain, ia selalu berharap harga serendah mungkin dengan harapan uang yang dimiliknya dapat dibelanjakan dalam jumlah yang lebih banyak. Pelaku harus dapat mempertemukan dua kepentingan, agar memenangkan persaingan, karena persaingan pasti melakukan hal serupa.
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menetapkan harga ada dua, yaitu :
a. Faktor pertimbangan subyektif, dan
b. Faktor pertimbangan obyektif.
a. Faktor pertimbangan subyektif;
Faktor pertimbangan subyektif adalah factor pertimbangan penetapan harga didasarkan pertimbangan diri penjual dan hanya berlaku untuk produk, waktu, dan kuantitas tertentu.factor subyektif tidak dapat dijadikan dalam penetapan harga secara umum karena hanya berlaku dalamkondisi tertentu.
Factor ini banyak digunakan dalam penetapan harga barang seni dan sejarah. Gitar yang pernah digunakan oleh Elvis Presley pada masa jayanya, dapat berharga puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan kali dari harga gitar dengan bentuk, merk, dan kualitas sejenis. Terjadinya harga itu dikarenakan pertimbangan subyektif penjual yang menyatakan barang-barang tersebut memiliki nilai sejarah tinggi.
b. Faktor pertimbangan obyektif
Faktor pertimbangan obyektif adalah factor pertimbangan harga yang dilakukan dengan memperhitungkan semua pertimbangkan secara umum dan berlaku untuk segala jenis produk.
Secara umum faktor pertimbangan penetapan harga obyektif dibagi dua, yaitu :
• Faktor dari dalam kegiatan bisnis (intern), dan
• Faktor dari luar kegiatan bisnis (ekstern).
• Pertimbangan intern dalam penetapan harga meliputi faktor :
ˉ Harga pokok produk, yang merupakan akumulasi dari :
~ harga bahan mentah (bahan baku),
~ biaya upah tenaga kerja langsung,
~ biaya penyusutan, dan lain-lain.
- keuntungan yang diinginkan, dan
- jangka waktu perputaran modal yang diinginkan.
• Pertimbangan ekstern dalam penetapan harga meliputi faktor
faktor ekstern yang bersifat umum, meliputi :
  ~ harga produk sejenis,
  ~ harga produk substitusi,
  ~ daya beli masyarakat,
  ~ letak geografis konsumen,
~ peraturan pemerintah dalam bidang harga, seperti : penetapan harga minimum pada
produk gabah, dan penetapan harga maksimum produk obat.
- faktor ekstern yang bersifat khusus, yaitu faktor ekstern yang mempengaruhi harga jual produk pada kondisi pembelian khusus saja. Faktor ini meliputi :
~ syarat pengiriman,
~ cara pembayaran
~ kondisi penyerahan produk
~ kualitas produk khusus, danlain-lain.
Cara penetapan harga
Penetapan harga dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut diatas. Dilihat dari nilai harganya, penetapan harga dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu penetapan harga tinggi dan penetapan harga rendah.
Penetapan harga tinggi akan meningkatkan perolehan laba, tetapi menurunkan jumlah pembelian, sementara penetapan harga rendah berakibat sebaliknya. Pada produk-produk tertentu, penetapan harga rendah justru akan mengakibatkan keragu-raguan pembeli. Hal ini terjadi pada produk fashion, elektronik dan produk lainnyayang menyangkut faktor gengsi (prestise) bagi pembelinya.
Pelaku bisnis harus dapat mempetimbangkan harga dengan baik agar bisnis tetap survive. Salah satu cara melakukannya selain memperhitungkan faktor-faktor tersebut diatas, pelaku bisnis harus mempertimbangkan juga alas an pembelian produk, nilai dan kebudayaan yang dianut masyarakat, dan arti produk bagi konsumen.
Tidak semua pengusaha menentukan harga dengan prosedur yang sama, tetapi yang jelas setiap perusahaan pasti melakukan langkah-langkah sebelum harga barang itu ditawarkan. Adapun prosedur harga yang dapat digunakan, seperti di bawah ini :
1) Mengadakan estimasi permintaan untuk barang yang diproduksi
2) Mengetahui reaksi dalam persaingan di pasar.
3) Menentukan bagian pasar yang dapat dimanfaatkan
4) Memilih salah satu strategi harga untuk memasuki pasar.
5) Mempertimbangkan kebijakan pemasaran perusahaan
6) Menentukan harga tertentu untuk barang.
Untuk menghitung harga barang dapat didasarkan pada biaya dengan menggunakan metode cost plus pricing method dan mark up pricing method. Jelasnya lihat contoh menghitung harga berdasarkan kedua metode di bawah ini :
1. Mark up pricing method
Metode ini biasanya digunakan oleh para pedagang yang usahanya membeli dan menjual kembali barang tersebut setelah terlebih dahulu ditambah biaya-biaya. Lihat rumus di bawah ini :
Mark up disini merupakan kelebihan harga jual barang atas harga beli barang ditambah keuntungan yang diinginkan. Pembelian barang dagangan dilakukan dari grosir atau agen.
Contoh :
Amalia membeli 10 lusin sabun mandi dari grosir senilai Rp 550.000,00 untuk mengisi persediaan di tokonya dengan mengeluarkan ongkos Rp 35.000,00. Barang dijual kembali dengan keuntungan yang diharapkan 25 %. Berarti harga jual shampo tersebut adalah :
Harga beli 5 (lima) lusin sabun mandi = Rp 550.000,00 + Rp 35.000,00
Harga pokok shampo = Rp 585.000,00
Keuntungan yang diharapkan = 25 % x Rp 585.000,00 = Rp 146.250,00
Harga jual = Rp 585.000,00 + Rp 146.250,00 = Rp 731.250,00
Atau harga jual per buah = 731.250,00 : 120 = Rp 6.093,75
2 Cost plus pricing method
Pengusaha menetapkan harga satu unit barang sama besarnya denganjumlah biaya perunit ditambah keuntungan. Lihat rumus di bawah ini :
Contoh :
Sebuah perusahaan kontraktor membangun 10 unit Ruko dan mngeluarkan biaya sebagai berikut
Biaya bahan bangunan Rp 75.000.000,00
Upah tenaga Rp 25.000,000,00
Biaya penusutan alat, sewa kantor, gaji Pimpinan dan lain-lain
Rp 40.000.000,00 (+)
Rp 140.000.000,00
Keuntungan yang diharapkan 20 % dari seluruh biaya, maka :
Harga seluruh Ruko = Rp 140.000.000,00 + (20 % x Rp 140.000.000,00)
= Rp 140.000.000,00 + Rp 28.000.000,00
= Rp 168.000.000,00
Harga jual Ruko per unit = Rp 168.000.000,00 : 10
= Rp 16.800.000,00

Share This :
Ari Kristianto