Friday, 25 December 2015

Pola Serta Bentuk Objek Geografis

Konsep Pola
Pola merupakan tatanan geometris yang beraturan. Contoh, penerapan konsep pola adalah pola permukiman penduduk yang memanjang mengikuti jalan raya atau sungai.

Geografi tidak hanya menjawab apa, dan dimana di atas muka bumi, tapi juga mengapa di situ, dan tidak di tempat lainnya, kadang diartikan dengan "lokasi pada ruang." Geografi mempelajari hal ini, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Juga mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi itu.

Hubungan keruangan merupakan kunci pada ilmu sinoptik ini, dan menggunakan peta sebagai perangkat utamanya. Kartografi klasik digabungkan dengan pendekatan analisis geografis yang lebih modern kemudian menghasilkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis komputer.
Geografer menggunakan empat pendekatan:
  • Sistematis - Mengelompokkan pengetahuan geografis menjadi kategori yang kemudian dibahas secara global
  • Regional - Mempelajari hubungan sistematis antara kategori untuk wilayah tertentu atau lokasi di atas planet.
  • Deskriptif - Secara sederhana menjelaskan lokasi suatu masalah, dan populasinya.
  • Analitis - Menjawab kenapa ditemukan suatu masalah, dan populasi tersebut pada wilayah geografis tertentu.

Pola merupakan kecenderungan persebaran suatu objek di permukaan bumi. Bentuk dan pola persebaran objek geografi tersebut di pengaruhi oleh bentuk bentang alamnya.

Pola persebaran objek-objek geografis, sangat penting untuk mempermudah perencanaan tata ruang suatu wilayah perkotaan maupun pedesaan. Misalnya, kecenderungan pola permukiman penduduk biasanya tersebar di daerah yang banyak memiliki cadangan air, karena air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi manusia.

Bentuk bentang alam ternyata sangat mempengaruhi persebaran objek geografi. Cobalah kalian perhatiakan peta topografi duni. Pada umumnya, tempat-tempat yang di jadikan permukiman adalah daerah yang relatif datar. Hal tersebut di karenakan daearah yang datar memudahkan manusia untuk memperoleh air, mendirikan bangunan, membangun prasarana transportasi, dan mengolah lahan.

Di benua asia selain di daerah pantai penduduk juga memilih bertempat tinggal di sekitar daerah aliran sungai, misalnya DAS Gangga, DAS Irawadi, dan DAS Hoang Ho, sehingga akan di temukan pola pemukiman penduduk yang memanjang mengikuti alur sungai. Di Indonesia, pola seperti itu biasanya terdapat di pedesaan seperti di Provinsi Kalimantan yang mempunyai sungai-sungai besar.

Berbeda dengan pola pemukiman di daerah pengaliran sungai, pola pemukiman di daerah pegunungan biasanya terkonsentrasi di daerah-daerah tertentu,misalnya di lembah-lembah, karena pada umumnya lembah itu memiliki cadangan air yang cukup untukmemenuhi kebutuhan hidup.

Pola persebaran objek geografi juga di pengaruhi oleh ikli. Manusia akan cenderung hidup di daerah yang beriklim sejuk atau nyaman. Manusia tidak akan mau hidup di daerah yang terlampau panas atau yang terlampau dingin, kalaupun ada, jumlahnya sangat sedikit. Daerah yang memiliki iklim tropis dan sedang, sangat ideal untuk di jadikan tempat bermukim. Hal tersebut di sebabkan di daerah itulah berbagai tumbuhan dan hewan dapat hidup dan berkembang, sehingga peluang manusia untuk hidup dan berkembang pun akan lebih besar.

Di dalam merencanakan suatu wilayah, kecenderungan pola objek geografis juga sangat menentukan. Daerah dengan topografi terjal, persediaan air sedikit, dan tanah tidak subur, sehingga tidak akan cocok untuk di jadikan tempat permukiman.

Biasanya, pembangunan suatu wilayah dengan kondisi wilayah yang bergelombang akan mengalami hambatan yang serius, berbeda dengan daerah yang landai, subur dan memiliki banyak cadangan air, sehingga daerah yang landai akan memberi kemudahan bagi pengembangan wilayah.
Jika di lihat berdasarkan bentang alam, bentuk-bentuk objek geografi di permukaan bumi dapat di bedakan menjadi empat bagian, yaitu pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, dan daerah pantai.

1. Pegunungan
Daerah pegunungan merupakan daerah yang terdiri atas bukit-bukit dan rangkaian gunung-gunun. Di permukaan bumi ini, terdapat dua sistem pegunungan lipatan muda, yaitu Sirkum Mediteran dan Sirkum Pasifik. Daerah-daerah yang dibatasi pegunungan, cenderung mempunyai dataran pantai yang sempit, sehingga pegunungan menjadi penghalang masuknya pengaruh angin laut ke pedalaman 

2. Dataran Tinggi
Dataran tinggi merupakan wilayah yang bentuknya datar, bergelombang, dan berbukit-bukit. Daerah ini, biasanya memiliki tanah yang subur dan suhu udara sejuk. Oleh karena itu, dataran tinggi ini cocok untuk daerah perkebunan, seperti : perkebunan the, sayur-sayuran dan bunga-bungaan 

3. Dataran Rendah
Dataran rendah merupakan suatu wilayah yang datar atau tidak berbukit-bukit. Biasanya di daerah ini banyak di temukan rawa-rawa yang cukup luas. Namun daerah rawa ini kurang baik jika di manfaatkan untuk pertanian karena kondisi tanahnya yang terlalu asam. Tumbuhan bakau (mangrove) biasanya banyak tumbuh di daerah rawa dan tepi pantai . Tanaman bakau ini sangat berguna untuk menghalangi pantai dari terjangan gelombang dan mencegah tidak terjadinya abrasi. 

4. Daerah Pantai
Daerah pantai merupakan suatu wilayah yang secara langsung memperoleh pengaruh dari laut. Di Benua Eropa dan Amerika, daerah pantai banyak dijadikan sebagai tempat permukiman sehingga banyak pola permukiman yang mengikuti garis pantai.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2016. Educational Top Studies Files - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz