Thursday, 24 December 2015

Pengertian Pola Aliran Sungai dan Laut Asia Tenggara

Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara). 

Ada juga sungai yang terletak di bawah tanah, disebut sebagai "underground river". Misalnya sungai bawah tanah di Gua Hang Soon Dong di Vietnam, sungai bawah tanah di Yucatan (Meksiko), sungai bawah tanah di Gua Pindul (Filipina). 

Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air, limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu juga berasal dari lelehan es/salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan. 

A. Pola Aliran Sungai Asia Tenggara
Dataran di kawasan Asia Tenggara umumnya berasosiasi dengan sungai-sungai besar.
Asosiasi dengan sungai ini memberikan materi alluvium hasil pengendapan oleh sungai di sekitar aliran sungai. Bentuk permukaan bumi bawah laut di kawasan Asia Tenggara tidak jauh berbeda dengan daratan. Di bawah laut terdapat juga jajaran pegunungan, dataran, hingga jurang dalam yang sering disebut palung. Delta alah endapan material yang terbentuk di muara sungai akibat dari banyaknya material yang dibawa oleh aliran sungai.

Jenis-jenis sungai menurut jumlah airnya:
  1. sungai permanen - yaitu sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito, dan Mahakam di Kalimantan, Sungai Musi dan Sungai Indragiri di Sumatra.
  2. sungai periodik - yaitu sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya sedikit. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di Pulau Jawa, misalnya Bengawan Solo dan Sungai Opak di Jawa Tengah, Sungai Progo dan Sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Sungai Brantas di Jawa Timur.
  3. sungai intermittent atau sungai episodik - yaitu sungai yang mengalirkan airnya pada musim penghujan, sedangkan pada musim kemarau airnya kering. Contoh sungai jenis ini adalah Sungai Kalada di Pulau Sumba dan Sungai Batanghari di Sumatra.
  4. sungai ephemeral - yaitu sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya, sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak.
Sungai seringkali dikendalikan atau dikontrol supaya lebih bermanfaat atau mengurangi dampak negatifnya terhadap kegiatan manusia.
  1. Bendung dan Bendungan dibangun untuk mengontrol aliran, menyimpan air atau menghasilkan energi.
  2. Tanggul dibuat untuk mencegah sungai mengalir melampaui batas dataran banjirnya.
  3. Kanal-kanal dibuat untuk menghubungkan sungai-sungai untuk mentransfer air maupun navigasi
  4. Badan sungai dapat dimodifikasi untuk meningkatkan navigasi atau diluruskan untuk meningkatkan rerata aliran.
Manajemen sungai merupakan aktivitas yang berkelanjutan, karena sungai cenderung untuk mengulangi kembali modifikasi buatan manusia. Saluran yang dikeruk akan kembali mendangkal, mekanisme pintu air akan memburuk seiring waktu berjalan, tanggul-tanggul dan bendungan sangat mungkin mengalami rembesan atau kegagalan yang dahsyat akibatnya. Keuntungan yang dicari dalam manajemen sungai seringkali "impas" bila dibandingkan dengan biaya-biaya sosial ekonomis yang dikeluarkan dalam mitigasi efek buruk dari manajemen yang bersangkutan. 

Sungai-sungai penting dan membentuk delta yang luas di Asia Tenggara:
1. Irrawaddy
2. Sittang
3. Salween
4. Chao Pharaya
5. Meuong
6. Hitam
7. Merah
8. Perak
9. Pahang

Sedangkan sungai-sungai pendek, deras, dan membentuk delta yang kecil di Asia Tenggara:
1. Batang Hari
2. Musi
3. Kinabatangan
4. Rajang
5. Kapuas
6. Barito
7. Bengawan Solo
8. Brantas
9. Cagayan
10. Agosan
11. Mindana

Pola aliran asia tenggara dapat dibedakan atas dua sistem, yaitu;
1. Sistem aliran benua asia tenggara : sungai-sungai umumnya sangat panjang seperti sungai Irawadi, Mekong dan sebagainya
2. Sistem aliran kepulauan asia tenggara : sungai-sungai umumnya agak pendek kebanyakan mengalir kearah laut dangkal (dangkalan sunda). Lembagaan yang dangkal mengakibatkan terbentuknya sungai yang mengalir perlahan-lahan oleh sebab itu kebanyakan sungai telah membentuk dataran pantai meluas dan meliputi kawasan payau yang luas. 

B. Laut Asia Tenggara
1. Laut Cina Selata n yang dikelilingi negara-negara Cina,Vietnam, Thailand,kamboja
Filipina,Malaysia, Indonesia, Brunei dan Singapura.(Dangkalan Sunda dan Palung
Cina)
2. Laut Jawa terletak antara pulau Jawa dan Kalimantan(Dangkalan Sunda)
3. Laut Arafuru terletak Papua , Kepulauan Arafuru dan Kei. (Dangkalan Sahul)
4. Laut Maluku terletak antara Sulawesi bagian Utara dengan Maluku Utara.
5. Laut Banda terletak dikelilingi oleh Sulawesi Tenggara (bagian Timur) pulau-
pulauPropinsi Maluku, pulau Atauro (Timor Leste) dan pulau Alor-NTT.
6. Laut Sawu terletak di Selatan pulau Flores dengan pulau Sumba, pulau Timor dan pulau
Sabu /Sawu.
7. Laut Sulawesi di Utara pulau Sulawesi antatar Filipina Selatan (Mindanau) dan
Sabah (Malaysia)
8. Laut Natuna tertetak di Selatan Kep. Natuna dan Anambas.(Dangkalan Sunds)
9. Laut Buru di Utara Pulau Buru antara pulau Buru dan Kepulauan Sula.
10. Laut Halmahera antara pulau Halmahera Selatan dan Kepala Burung (Papua Barat)
11. Laut Timor di Selatan pulau Timor dan Utara Australia (Dangkalan Sahul)
12. Laut Seram di Utara pulau Seram dan sebelah Barat Kepala Burung Papua Barat)
13. Laut Andaman antara kep. Andaman dan Nikobar (India) dan Myanmar Selatan
14. Laut Flores di utara pulau Flores / di sebelah Selatan Sulsel. (Wallacea)
15. Laut Sulu terletak antara Sabah (Malaysia), Kepulauan Sulu, Pulau Palawan dan Mindanau.

Laut Sulu adalah sebuah laut besar di bagian barat daya Filipina, yang dipisahkan dari Laut China Selatan di barat laut oleh Palawan, dan dariLaut Sulawesi di tenggara oleh Kepulauan Sulu. Borneo ada di barat daya dan Visayas di timur laut. 

Laut Sulu 
memiliki sejumlah pulau. Kepulauan Cuyo dan Cagayan de Sulu adalah bagian provinsi Palawan sedangkan Cagayan de Tawi-Tawi danKepulauan Kura-kura merupakan bagian provinsi Tawi-Tawi. Laut Sulu juga tempat di mana Taman Laut Nasional Karang Tubbataha, sala satu situs Warisan Dunia terletak.

Laut Jawa adalah perairan dangkal dengan luas kira-kira 310.000 km2 di antara Pulau Kalimantan, Jawa, Sumatera, dan Sulawesi di gugusan kepulauan Indonesia. Laut ini relatif muda, terbentuk pada Zaman Es terakhir (sekitar 12.000 tahun Sebelum Masehi) ketika dua sistem sungai bersatu. Di barat lautnya, Selat Karimata yang menghubungkannya dengan Laut China Selatan. Di bagian barat daya, laut ini terhubung ke samudra Indonesia melalui selat Sunda. Pada masa lalu, Selat Karimata dan Laut Jawa ini dikenal pula sebagai Laut Sunda

Laut Jawa 
Di Laut Jawa terdapat beberapa gugusan pulau dan kepulauan: Kepulauan Seribu di utara Kabupaten Tangerang dan secara administratif masuk dalam wilayah DKI Jakarta, Kepulauan Karimun Jawa yang masuk administrasi Jawa Tengah, Pulau Bawean dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, Kepulauan Masalembo, dan Pulau Kangean beserta pulau-pulau kecil di sekitarnya yang berada di bawah administrasi Provinsi Jawa Timur. 

Perikanan adalah kegiatan ekonomi penting di Laut Jawa. Ada 3000 lebih spesies kehidupan laut di daerah ini. Laut Jawa, khususnya di bagian barat memiliki cadangan minyak bumi dan gas alam yang dapat dieksploitasi. 

Daerah sekitar Laut Jawa merupakan daerah tujuan pariwisata populer. Selam scuba menawarkan kesempatan untuk menjelajahi dan memfoto gua bawah laut, kapal tenggelam, terumbu karang, dan kehidupan bawah air. Beberapa taman nasional berada di daerah ini. Dekat Jakarta, di Kepulauan Seribu adalah Taman Nasional Ujung Kulon. Karimun Jawa adalah taman nasional yang terdiri dari dua puluh tujuh pulau. Pulau Menjagan, dekatBali, adalah taman nasional "secluded".
Dalam sejarah Perang Dunia II, Laut Jawa merupakan lokasi naas bagi pasukan Sekutu. Pada bulan Februari dan Maret 1942, angkatan Laut Belanda, Britania, Australia, dan Amerika Serikat nyaris dihancurkan seranganJepang. 

Laut Cina Selatan
Laut Cina Selatan adalah bagian Samudra Pasifik dan salah satu laut luar terbesar di Bumi. Walaupun dikelilingi oleh negara-negara berbeda, laut ini tetap dinamakan dengan Laut Cina Selatan dan ternyata menyimpan cerita menarik dalam sejarahnya. Di Cina, masyarakat lokal menyebut laut ini sebagai Laut Selatan karena membatasi Cina di bagian selatan. Di Vietnam, laut ini disebut Laut Timur karena berada di sebelah timur negara tersebut. Sebenarnya nama cina selatan diberikan oleh pelaut Portugis yang mengadakan perdagangan dengan Cina. Sebelumnya mereka menamakan laut ini Laut Selatan, namun karena masih banyak laut yang membatasi Cina di bagian selatan sehingga diubah menjasi Laut Cina Selatan

Laut Andaman
(bahasa Myanmar:  IPA: [moʊʔtəma̰]) adalah laut yang terletak di tenggara Teluk Benggala, selatan Myanmar dan baratThailand; laut ini merupakan bagian dari Samudra Hindia dengan panjang 1200 km (utara-selatan) dan lebar 650 km (timur-barat), dengan luas 797.700km2. Kedalaman rata-ratanya adalah 870 meter, dan kedalaman maksimum adalah 3.777 meter.

C. Tipe Batuan
Dari sejumlah batuan yang memiliki ciri khas yang berbeda – beda terangkum dalam sebuah lempeng – lempeng yang tersebar di seluruh dunia. Lempeng – lempeng di permukaan bumi bersifat dinamis, karena adanya perbedaan perlapisan dan tenaga endogen yang mengakibatkan pergerakan lempeng. Dari pergerakan lempeng dapat menimbulkan sebuah siklus batuan, .  Permukaan bumi terdiri dari 15 lempeng besar (mayor) dan 41 lempeng kecil (minor), 11 lempeng kuno dan 3 dalam orogens, dengan jumlah keseluruhan 70 lempeng tektonik yang tersebar di seluruh permukaan bumi.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2016. Educational Top Studies Files - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz